Reorientasi Kuantum Gula Indonesia: Strategi Geopolitik dan Game Theory untuk Ketahanan Nasional

Sinopsis Buku

Sinopsis Buku : 

Reorientasi Kuantum Gula Indonesia: Strategi Geopolitik dan Game Theory untuk Ketahanan Nasional
 

Gula selama ini kerap dipandang sebagai komoditas sederhana. Namun buku Reorientasi Kuantum Gula Indonesia: Strategi Geopolitik dan Game Theory untuk Ketahanan Nasional membalik cara pandang tersebut secara fundamental. Gula ditempatkan bukan sekadar sebagai bahan konsumsi, melainkan sebagai instrumen strategis negara yang menentukan ketahanan ekonomi, stabilitas sosial, dan kedaulatan nasional. 

Berangkat dari realitas bahwa Indonesia telah bergeser dari eksportir menjadi importir besar, buku ini menyajikan diagnosis tajam atas krisis struktural industri gula nasional—mulai dari produktivitas rendah, kelembagaan lemah, hingga dominasi kepentingan oligarkis. Persoalan gula tidak lagi dilihat sebagai masalah teknis sektoral, tetapi sebagai kegagalan sistemik yang memerlukan perubahan paradigma secara menyeluruh. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, buku ini menawarkan pendekatan inovatif melalui cara pandang kuantum dan Game Theory. Industri gula dipahami sebagai sistem kompleks yang melibatkan interaksi strategis antara negara, petani, industri, dan pasar global. Tanpa desain kebijakan yang tepat, interaksi ini hanya menghasilkan keseimbangan semu yang merugikan kepentingan nasional. Karena itu, negara harus hadir sebagai arsitek permainan (game designer) yang mampu mengatur insentif, mengelola konflik, dan mengarahkan sistem menuju hasil optimal bagi bangsa. 

Buku ini juga menempatkan gula dalam lanskap geopolitik dan geoekonomi global yang sarat rivalitas, proteksionisme, dan distorsi pasar. Dalam konteks tersebut, ketergantungan impor bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi merupakan kerentanan strategis yang dapat mengancam kedaulatan. Oleh karena itu, reorientasi pergulaan nasional harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan nasional berbasis Pancasila dan Wawasan Nusantara. 

Lebih jauh, buku ini merumuskan agenda transformasi yang komprehensif: penguatan kelembagaan berbasis koperasi kuantum, hilirisasi industri, integrasi agroindustri, hingga pemanfaatan teknologi dan bioekonomi. Semua diarahkan untuk menciptakan sistem pergulaan yang adil, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. 

Keunggulan buku ini terletak pada keberaniannya menggabungkan perspektif geopolitik, ekonomi, dan teori strategis dalam satu kerangka utuh. Ia tidak hanya menawarkan analisis, tetapi juga grand strategy nasional untuk mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi system shaper dalam industri gula dunia. 

Ditulis oleh para pemikir strategis nasional, buku ini merupakan seruan intelektual sekaligus agenda perubahan. Ia mengajak pembaca—khususnya pengambil kebijakan, akademisi, dan praktisi—untuk melihat gula sebagai pintu masuk menuju kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional.

Buku ini menegaskan satu pesan: kedaulatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau teknologi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola komoditas strategisnya. Dan dari gula, kebangkitan itu bisa dimulai.

Spesifikasi Buku

ISBN : –

Kode Buku : –

Tahun Terbit  : Mei, 2026

Jumlah Halaman :  –

Imprint : Press Lemhannas

Kategori : Ketahanan Ekonomi Nasional

Sub Kategori : –

Dimensi buku : –

Berat : –

Penulis :

Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A.
D r. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, M.S.
Vicky Fernando, S.E, M.Ak, CRMO, CBV, CTIA

Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia