Kebijakan Pangan Nasional: Untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Indonesia

Sinopsis Buku

Kebijakan Pangan Nasional: Untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Indonesia

Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi kedaulatan, stabilitas nasional, dan martabat sebuah bangsa. Dalam lanskap global yang semakin ditandai oleh krisis iklim, konflik geopolitik, disrupsi rantai pasok, dan proteksionisme pangan, kemampuan suatu negara untuk menjamin ketersediaan, akses, dan keberlanjutan pangannya menjadi ukuran nyata dari ketahanan nasional. Buku Kebijakan Pangan Nasional: Untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Indonesia hadir sebagai refleksi strategis yang menempatkan pangan di jantung pembangunan bangsa—bukan sebagai isu sektoral, tetapi sebagai instrumen geopolitik, pertahanan nonmiliter, dan perekat persatuan dalam kerangka Wawasan Nusantara.
Disusun oleh para pemikir dan praktisi strategis dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, buku ini menawarkan pendekatan yang utuh dan lintas dimensi. Ketahanan pangan dibahas melalui perspektif ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, serta tata kelola pemerintahan. Pangan diposisikan sebagai hak dasar warga negara sekaligus simbol kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan merujuk pada Empat Konsensus Dasar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—kebijakan pangan ditafsirkan sebagai manifestasi nilai kebangsaan dan mandat konstitusional untuk mengelola sumber daya alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
Buku ini menelusuri dinamika sistem pangan nasional secara menyeluruh: dari produksi, distribusi, dan akses pangan, hingga standar ketahanan pangan global, resiliensi sistem pangan berkelanjutan, digitalisasi sektor pangan, dan reformasi tata kelola kelembagaan. Ketimpangan antarwilayah, ketergantungan pada impor komoditas strategis, kerentanan petani kecil, serta tantangan perubahan iklim diurai sebagai persoalan struktural yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada kohesi sosial dan stabilitas politik. Dalam konteks negara kepulauan, distribusi pangan dipahami sebagai proyek geopolitik kebangsaan—setiap jalur logistik yang menjangkau pulau-pulau terluar adalah simbol nyata kehadiran negara dan pengokoh keutuhan NKRI.
Lebih jauh, buku ini menegaskan pentingnya sinergi antara negara, pasar, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Negara berperan sebagai pengarah dan pelindung kepentingan nasional, pasar sebagai penggerak efisiensi dan inovasi, serta masyarakat sebagai subjek utama ketahanan pangan. Kesejahteraan petani, reforma agraria, regenerasi sumber daya manusia pangan, peran perempuan, serta keadilan harga ditempatkan sebagai prasyarat bagi terciptanya sistem pangan yang berdaulat dan berkelanjutan. Transformasi digital dan kedaulatan data pangan juga dibahas sebagai dimensi baru yang menentukan arah masa depan kebijakan pangan nasional.
Sebagai karya strategis, buku ini tidak berhenti pada diagnosis, tetapi merumuskan arah kebijakan pangan nasional menuju Indonesia mandiri dan sejahtera. Diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal, penguatan produksi domestik, integrasi cadangan pangan nasional, diplomasi pangan regional, serta pembangunan sistem pangan yang tangguh terhadap krisis menjadi bagian dari peta jalan menuju Indonesia Emas 2045. Di atas semua itu, buku ini menegaskan bahwa keberhasilan kemandirian pangan sangat ditentukan oleh kepemimpinan nasional yang berkarakter Pancasila—kepemimpinan yang visioner, berani melakukan reformasi struktural, berpihak pada rakyat, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.
Ditujukan bagi para pemimpin dan calon pemimpin, pengambil kebijakan, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan, buku ini adalah undangan intelektual untuk memandang pangan sebagai benteng terakhir kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi oleh kemampuan bangsa ini berdiri tegak di atas kemandirian pangannya sendiri.
Pada akhirnya, karya ini menegaskan satu pesan mendasar: ketika pangan dikelola sebagai hak rakyat, sebagai instrumen persatuan, dan sebagai strategi nasional, maka Indonesia tidak hanya mampu memberi makan seluruh rakyatnya, tetapi juga meneguhkan dirinya sebagai bangsa yang berdaulat, tangguh, dan bermartabat dalam percaturan global.

Spesifikasi Buku

ISBN : –

Kode Buku : –

Tahun Terbit  : Maret, 2026

Jumlah Halaman :  –

Imprint : Press Lemhannas

Kategori : Ekonomi Nasional

Sub Kategori : –

Dimensi buku : –

Berat : –

Penulis :

Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A.
Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H.
Laksda TNI Awang Kurniawan
Kolonel Inf. Dr Slamet Winarto, S.E., M.A.P.
Kolonel Inf. Dec Jerry Manungkalit, S.I.P.
Diah Ikawati, MAPS.

Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia