Selat Hormuz dan Ketahanan Nasional Indonesia: Strategi Geopolitik Menghadapi Disrupsi Global

Sinopsis Buku

Sinopsis Buku : 

Selat Hormuz dan Ketahanan Nasional Indonesia: Strategi Geopolitik Menghadapi Disrupsi Global

Satu kawasan jauh dari Indonesia justru memegang kendali atas stabilitas ekonomi nasional: Selat Hormuz. Buku Selat Hormuz dan Ketahanan Nasional Indonesia: Strategi Geopolitik Menghadapi Disrupsi Global membuka perspektif baru bahwa krisis energi global bukan sekadar isu eksternal, melainkan variabel strategis yang langsung menentukan masa depan Indonesia. 
Sebagai salah satu choke point paling vital di dunia, Selat Hormuz menjadi jalur bagi hampir seperlima distribusi minyak global. Setiap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah—khususnya rivalitas Iran, Israel, dan Amerika Serikat—tidak hanya memicu ketegangan geopolitik, tetapi juga menciptakan efek domino terhadap harga energi, rantai pasok global, dan stabilitas ekonomi negara-negara importir seperti Indonesia. Buku ini menegaskan bahwa ketergantungan energi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi merupakan kerentanan strategis nasional. 
Melalui pendekatan komprehensif, buku ini menguraikan keterkaitan erat antara geopolitik, geoekonomi, dan ketahanan nasional. Pembaca diajak memahami bagaimana konflik modern tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berkembang menjadi konflik hibrida yang melibatkan energi, teknologi, informasi, hingga aktor non-negara melalui proxy war. Dalam lanskap seperti ini, negara yang tidak memiliki kesiapan strategis akan mudah terjebak dalam posisi reaktif dan rentan. 
Keunggulan buku ini terletak pada penggunaan kerangka Astagatra dan Wawasan Nusantara sebagai fondasi analisis. Ketahanan nasional dipahami sebagai sistem yang utuh—mengintegrasikan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dengan pendekatan ini, krisis Selat Hormuz tidak dilihat sebagai ancaman sektoral, tetapi sebagai ancaman multidimensional yang menuntut respons terintegrasi lintas kebijakan. 
Lebih jauh, buku ini menawarkan pendekatan strategis melalui scenario planning berbasis game theory. Pendekatan ini memungkinkan Indonesia tidak hanya merespons krisis, tetapi juga mengantisipasi berbagai kemungkinan masa depan secara terukur. Negara didorong untuk bertransformasi dari sekadar price taker menjadi rule shaper dalam percaturan global, dengan memperkuat kemandirian energi, ketahanan ekonomi, serta kapasitas diplomasi strategis. 
Peran kepemimpinan nasional berkarakter Pancasila menjadi benang merah yang menegaskan arah transformasi tersebut. Kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas diposisikan sebagai kunci dalam mengelola ketidakpastian global, menjaga stabilitas nasional, sekaligus memanfaatkan peluang strategis di tengah krisis. 
Buku ini tidak berhenti pada analisis, tetapi melangkah lebih jauh dengan merumuskan grand strategy ketahanan nasional menuju Indonesia 2045. Penguatan sistem peringatan dini, integrasi kebijakan nasional, diplomasi energi, serta transformasi ekonomi menjadi bagian dari peta jalan menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaulat di tengah tatanan dunia baru. 
Ditulis oleh para pemikir strategis nasional, buku ini merupakan seruan intelektual sekaligus panduan kebijakan bagi para pengambil keputusan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia mengajak pembaca untuk melihat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh faktor domestik, tetapi juga oleh kemampuan membaca dan mengelola dinamika global secara cerdas.
Buku ini menyampaikan pesan yang tegas: krisis global bukan untuk ditakuti, tetapi untuk diantisipasi dan dimanfaatkan. Dari Selat Hormuz, Indonesia diuji—apakah akan tetap menjadi penonton, atau bangkit sebagai kekuatan strategis yang mampu menentukan arah masa depan.

Spesifikasi Buku

ISBN :

Kode Buku :

Tahun Terbit  : Maret 2026

Jumlah Halaman : –

Imprint : Press Lemhannas

Kategori : Geopolitik Nasional

Sub Kategori : –

Dimensi buku : –

Berat :

Penulis :

Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A.

Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H.

Ferry Preska Wathan, M.M., M.Sc.E.E, Ph.D

Dr. H. Agus Suparman, S.E., M.M.

Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia