Tanhana Dharmma Mangrva: Peran Strategis Lemhannas RI dalam Membangun Bangsa Bhinneka Tunggal Ika

Sinopsis Buku

Sinopsis Buku : 

Tanhana Dharmma Mangrva: Peran Strategis Lemhannas RI dalam Membangun Bangsa Bhinneka Tunggal Ika

Polarisasi identitas, disinformasi, ketimpangan pembangunan, dan rivalitas geopolitik menjadi tantangan nyata bagi keberlangsungan bangsa, Indonesia memerlukan lebih dari sekadar retorika persatuan. Ia membutuhkan desain integrasi yang sadar, kepemimpinan yang berakar pada nilai, serta strategi kebangsaan yang mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan. Buku Tanhana Dharmma Mangrva: Peran Strategis Lemhannas RI dalam Membangun Bangsa Bhinneka Tunggal Ika hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut—sebuah refleksi strategis sekaligus peta jalan nation-building Indonesia dalam perspektif geopolitik.
Berangkat dari kesadaran bahwa Indonesia adalah negara kepulauan majemuk dengan kompleksitas sosial, budaya, dan geografis yang luar biasa, buku ini menegaskan bahwa integrasi nasional tidak terjadi secara alamiah. Ia adalah hasil dari desain geopolitik, penguatan institusi, kebijakan publik yang adil, serta pendidikan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang. Dalam kerangka ini, Wawasan Nusantara, Empat Konsensus Dasar, dan sistem Ketahanan Nasional diposisikan sebagai fondasi utama yang memastikan keberagaman tetap terikat dalam satu visi kebangsaan yang utuh dan berkelanjutan.
Melalui analisis yang sistematis dan multidimensi, buku ini menguraikan bagaimana Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, melainkan prinsip operasional dalam merancang kebijakan inklusif, membangun kohesi sosial, dan memperkuat keadilan pembangunan antarwilayah. Pengalaman empiris Indonesia—mulai dari bahasa persatuan, pendidikan massal, desain institusi politik, hingga kebijakan teritorial—ditampilkan sebagai bukti bahwa nation-building adalah proses sadar yang memerlukan konsistensi nilai dan keberanian kepemimpinan.
Keunggulan utama buku ini terletak pada penegasan peran Lemhannas RI sebagai strategic orchestrator integrasi bangsa. Tidak hanya sebagai lembaga kaderisasi pemimpin tingkat nasional, Lemhannas RI diposisikan sebagai school of geopolitics yang mengintegrasikan pendidikan kepemimpinan, kajian strategis berbasis data, dan penguatan Indeks Ketahanan Nasional. Transformasi kelembagaan 2025–2029, reformulasi kurikulum geopolitik, serta pembangunan laboratorium ketahanan nasional menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa arah pembangunan Indonesia tetap selaras dengan visi persatuan dan kedaulatan menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih jauh, buku ini menempatkan kepemimpinan nasional sebagai faktor penentu keberhasilan integrasi. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukan sekadar administratif, tetapi kepemimpinan berkarakter Pancasila—visioner, adaptif, berintegritas, dan berani berdiri di atas kebenaran. Di sinilah makna filosofis Tanhana Dharmma Mangrva menemukan relevansinya: tidak ada kebenaran yang mendua. Persatuan bangsa hanya dapat dijaga melalui konsistensi antara nilai dan tindakan, antara visi dan kebijakan.
Ditulis oleh para pimpinan dan tenaga profesional Lemhannas RI dengan latar belakang multidisipliner, buku ini menghadirkan sintesis antara teori geopolitik, praktik kebijakan publik, dan pengalaman empiris kebangsaan. Gagasan yang disajikan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi menawarkan arah strategis yang operasional—mulai dari pemerataan pembangunan, reformasi birokrasi, penguatan ekonomi inklusif, literasi digital, hingga diplomasi strategis sebagai instrumen integrasi nasional.
Ditujukan bagi pemimpin dan calon pemimpin, aparatur negara, TNI–Polri, akademisi, serta generasi muda, buku ini adalah panggilan kebangsaan untuk merawat Indonesia sebagai rumah bersama. Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak pernah selesai dibangun, dan ketahanan nasional hanya dapat terwujud melalui sinergi nilai, institusi, dan kepemimpinan yang berani karena kebenaran.
Pada akhirnya, buku ini menegaskan satu pesan utama: Indonesia tidak dibangun di atas keseragaman, tetapi di atas kesadaran geopolitik yang mampu merajut keberagaman menjadi kekuatan. Dengan Tanhana Dharmma Mangrva sebagai etos moral, Lemhannas RI sebagai pengarah strategis, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa bangsa, Indonesia memiliki jalan yang kokoh untuk melangkah menuju masa depan yang berdaulat, adil, dan bermartabat.

Spesifikasi Buku

ISBN : –

Kode Buku : –

Tahun Terbit  : Maret, 2026

Jumlah Halaman :  –

Imprint : Press Lemhannas

Kategori : Geopolitik Pertahanan Nasional

Sub Kategori : –

Dimensi buku : –

Berat : – 

Penulis : 

Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.

Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H.
Komjen Pol. Drs. RZ Panca Putra S., M.Si
Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A.
Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA, IPU, Asean Eng
Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono, M.A.
Brigjen Pol Prasetyo Rachmat Purboyo, S.I.K., M.H..

Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia