Peran Lemhannas RI dalam Mencapai 17 Tujuan Pembangunan Nasional 2045

Sinopsis Buku

Sinopsis Buku : 

Peran Lemhannas RI dalam Mencapai 17 Tujuan Pembangunan Nasional 2045

Pembangunan nasional bukan sekadar rangkaian program teknokratis atau capaian statistik, melainkan perjalanan historis bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Dalam konteks menuju satu abad Indonesia merdeka, Peran Lemhannas RI dalam Mencapai 17 Tujuan Pembangunan Nasional 2045 hadir sebagai refleksi strategis yang menempatkan pembangunan sebagai misi kebangsaan—sebuah ikhtiar kolektif untuk membangun negara yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Buku ini menegaskan peran Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sebagai institusi strategis yang tidak hanya membina kepemimpinan nasional, tetapi juga mengawal arah pembangunan jangka panjang dalam kerangka ketahanan nasional.
Berangkat dari visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana dirumuskan dalam RPJPN 2025–2045, buku ini membedah tujuh belas tujuan pembangunan nasional sebagai kompas kebijakan negara—mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi hijau, transformasi digital, hingga ketahanan energi, lingkungan, dan resiliensi bencana. Keseluruhan tujuan tersebut dipahami sebagai sistem yang saling terhubung, yang menuntut integrasi kebijakan lintas sektor dan kepemimpinan strategis yang berlandaskan nilai kebangsaan. Melalui pendekatan Astagatra, pembangunan diposisikan bukan hanya sebagai agenda ekonomi atau administratif, melainkan sebagai strategi memperkuat daya tahan bangsa menghadapi dinamika global.
Kekuatan buku ini terletak pada integrasi antara kerangka konseptual, kebijakan nasional, dan praksis kepemimpinan. Lemhannas RI digambarkan sebagai “kawah candradimuka” yang menyiapkan pemimpin bangsa dengan integritas, wawasan geopolitik, dan kapasitas pengambilan keputusan strategis. Melalui pendidikan, pengkajian kebijakan, dan pemantapan nilai kebangsaan, lembaga ini berperan memastikan bahwa pembangunan tidak berjalan sektoral, tetapi terarah pada konsistensi visi kebangsaan lintas generasi. Buku ini juga menyoroti bagaimana kepemimpinan strategis menjadi faktor kunci dalam mengelola tantangan abad ke-21—mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga kompetisi geopolitik global.
Secara analitis dan naratif, buku ini menguraikan keterkaitan antara pembangunan manusia, transformasi ekonomi, tata kelola pemerintahan, stabilitas hukum, diplomasi global, serta kekuatan sosial budaya sebagai fondasi ketahanan nasional. Pembaca diajak memahami bahwa indikator pembangunan—seperti peningkatan usia harapan hidup, kualitas pendidikan, daya saing ekonomi, hingga penurunan emisi—bukan sekadar ukuran teknis, melainkan cerminan daya lentur bangsa dalam menghadapi perubahan zaman. Dalam perspektif ini, pembangunan menjadi arena pembentukan peradaban, di mana kepemimpinan, nilai ideologis, dan strategi kebijakan saling berpadu untuk menentukan masa depan negara.
Ditujukan bagi pemimpin dan calon pemimpin, pengambil kebijakan, akademisi, aparat negara, serta masyarakat luas, buku ini berfungsi sebagai rujukan strategis sekaligus ajakan reflektif. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia menuju 2045 tidak hanya ditentukan oleh sumber daya dan teknologi, tetapi oleh kualitas kepemimpinan dan konsistensi arah pembangunan nasional. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa angka simbolik 17–8–45 bukan hanya penanda sejarah kemerdekaan, melainkan ruh pembangunan masa depan—sebuah janji kolektif untuk menunaikan cita-cita bangsa melalui kepemimpinan visioner dan ketahanan nasional yang kokoh.

Spesifikasi Buku

ISBN :

Kode Buku :

Tahun Terbit  : Februari, 2026

Jumlah Halaman : – Halaman

Imprint : Press Lemhannas

Kategori : Pembangunan Nasional

Sub Kategori : –

Dimensi buku : –

Berat : – 

Penulis : 

Dr. Dadang Solihin, SE, MA

Komjen Pol. Drs. RZ

Panca Putra S., M.Si

Brigjen Pol. Dr. Riki Yanuarfi, S.Sos. S.H. M.Si.


Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia