Navigasi Geopolitik Global: Ketahanan Nasional Indonesia dan Lemhannas RI sebagai School of Geopolitics
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Navigasi Geopolitik Global:
Ketahanan Nasional Indonesia dan Lemhannas RI sebagai School of Geopolitics
Dunia abad ke-21 bukan lagi ruang yang stabil dan linear. Ia bergerak dalam pusaran fragmentasi kekuatan, rivalitas ideologi, perang teknologi, krisis multilateralisme, serta spektrum risiko global yang semakin kompleks dan saling berkelindan. Dalam lanskap geopolitik yang penuh ketidakpastian inilah Indonesia dituntut untuk tidak sekadar bertahan, tetapi tampil sebagai bangsa yang mampu membaca arah sejarah, merumuskan kepentingan nasional secara jernih, dan meneguhkan kedaulatannya di tengah kontestasi global. Navigasi Geopolitik Global hadir sebagai manifesto intelektual yang menempatkan geopolitik bukan sebagai kajian akademik semata, melainkan sebagai kesadaran strategis yang menentukan masa depan bangsa.
Buku ini memetakan secara tajam transisi tatanan dunia dari unipolar menuju multipolar, kembalinya politik kekuatan, pertarungan ideologi global, hingga fragmentasi ekonomi dan disrupsi teknologi yang membentuk struktur baru hubungan internasional. Geopolitik dipahami sebagai realitas multidimensional yang menembus seluruh sendi kehidupan berbangsa—dari ideologi, politik, dan ekonomi, hingga sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Dalam perspektif ini, ketahanan nasional bukan sekadar konsep pertahanan, tetapi kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan bangsa untuk bertahan, beradaptasi, dan menang dalam setiap perubahan zaman.
Indonesia, dengan posisi geostrategis di persilangan dua samudra dan dua benua, diposisikan bukan sebagai objek perebutan kekuatan global, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi menjadi kekuatan penyeimbang dan aktor strategis dunia. Namun potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kepemimpinan nasional yang visioner, kemandirian ekonomi, kohesi sosial yang kuat, penguasaan teknologi, serta konsistensi pada nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi ideologis dan geopolitik bangsa. Buku ini menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya konsensus nasional, tetapi jangkar strategis agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam turbulensi global.
Melalui analisis yang sistematis dan integratif, pembaca diajak memahami bagaimana konflik kawasan, krisis ekonomi global, perubahan iklim, disrupsi digital, ketimpangan sosial, hingga perang narasi global memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional. Dalam dunia yang semakin ditentukan oleh kekuatan multidimensi—militer, ekonomi, teknologi, dan pengaruh ideologis—kekuatan internal bangsa menjadi benteng utama kedaulatan. Karena itu, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan, kualitas sumber daya manusia, serta legitimasi politik dan kepercayaan publik ditempatkan sebagai faktor strategis dalam geopolitik modern.
Puncak refleksi buku ini terletak pada penegasan peran Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia sebagai School of Geopolitics—kawah candradimuka yang membentuk kesadaran strategis dan kepemimpinan nasional berkarakter Pancasila. Lemhannas RI diposisikan sebagai pusat pembentukan strategic culture bangsa, tempat di mana pemimpin ditempa untuk mampu membaca arah perubahan global, merumuskan kepentingan nasional secara berdaulat, dan mengarahkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Di sinilah geopolitik tidak hanya dipelajari, tetapi dihidupi sebagai instrumen perjuangan bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
Ditujukan bagi para pemimpin dan calon pemimpin, pembuat kebijakan, akademisi, aparat negara, serta seluruh elemen bangsa, buku ini adalah ajakan untuk membangun kesadaran geopolitik sebagai bentuk tertinggi dari kesadaran kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa sejarah tidak pernah berpihak kepada bangsa yang berjalan tanpa visi dan strategi. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kekuatan eksternal, tetapi oleh ketangguhan internal, kualitas kepemimpinan, dan kemampuan membaca perubahan dunia secara jernih.
Pada akhirnya, karya ini menegaskan satu pesan besar: dengan Pancasila sebagai bintang penuntun, ketahanan nasional sebagai fondasi kekuatan, dan Lemhannas RI sebagai pusat kesadaran strategis bangsa, Indonesia memiliki semua prasyarat untuk tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah dunia—melainkan menjadi bangsa yang menentukan arah sejarahnya sendiri.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : Februari, 2026
Jumlah Halaman : –
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ketahanan dan Geopolitik Nasional
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A
Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H.
Editor
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
