TAHUN 2024
Sinopsis Buku
Sektor Perkebunan menjadi andalan Indonesia dalam hasil pangannya, tanaman perkebunan di Indonesia banyak didominasi oleh kelapa sawit, karet, gula tebu, coklat, kopi, teh, kulit kina dan juga tembakau. Buku ini mengulas secara mendalam mengenai hukum perkebunan di Indonesia, sebuah sektor yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Dari penjelasan definisi perkebunan hingga pembahasan peraturan terbaru, pembaca akan dibawa untuk memahami kerangka hukum yang mengatur segala aspek perkebunan di Indonesia.
Melalui buku ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang regulasi perkebunan, termasuk tentang luas maksimal dan minimal usaha perkebunan serta perubahan peraturan. Hal ini mencakup penjelasan mengenai Undang-Undang Cipta Kerja yang mempengaruhi tatanan perkebunan di Indonesia. Ditujukan bagi akademisi, praktisi & masyarakat umum yang ingin memahami hukum perkebunan, buku ini memberikan wawasan komprehensif tentang aspek hukum terkait pengelolaan perkebunan
Pembahasan dalam buku ini mencakup :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II SEJARAH PERKEBUNAN DI INDONESIA
BAB III LEGALITAS HAK-HAK PERKEBUNAN DI INDONESIA
BAB IV PENERAPAN ROUNDTABLE ON SUSTAINABLE PALM OIL DI INDONESIA .
BAB V TANGGUNGJAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR
BAB VI POLA PENYELESAIAN PERMASALAHAN TANAH PERKEBUNAN DI INDONESIA
BAB VII KEWAJIBAN PERUSAHAAN DALAM FASILITASI PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT
BAB VIII PROGRAM PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT DI INDONESIA
Spesifikasi Buku
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku Sawit : Sawit Indonesia dalam Konstruksi Peradaban Dunia
Buku ini, berjudul “Sawit Indonesia dalam Konstruksi Peradaban Dunia”, membawa pembaca dalam perjalanan mendalam menjelajahi dunia sawit, menguraikan fakta-fakta krusial, dan menggambarkan peluang di balik setiap tantangan. Buku ini berfungsi sebagai pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih mendalam, mengajak kita merenung tentang peran vital sawit dalam perekonomian dan keberlanjutan. Sawit sangat berperan dalam konstruksi peradaban dunia.
Secara global, tanpa kelapa sawit dari Indonesia, pasokan minyak kelapa sawit dunia akan terganggu, mengingat Indonesia menyumbang lebih dari setengah dari total produksi dunia. Secara ekonomi, harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak rapeseed akan naik secara signifikan karena kekurangan pasokan. Kenaikan harga minyak nabati akan mendorong inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pula secara khusus pada industri yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku, seperti industri makanan, kosmetik, dan biofuel, yang akan mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku. Tanpa sawit, industri-industri ini harus mencari bahan baku alternatif, yang mungkin lebih mahal atau sulit ditemukan. Sawit menyediakan sumber lemak nabati yang murah dan efisien. Tanpa sawit, terjadi kesenjangan pasokan lemak nabati, yang dapat mempengaruhi produksi pangan dan harga produk pangan.
Secara sosial, tanpa sawit, jutaan petani kelapa sawit di Indonesia dan negara-negara lain akan kehilangan mata pencahariannya, yang dapat meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Kenaikan harga minyak nabati juga dapat memperburuk kerawanan pangan, terutama di negara-negara miskin. Indonesia tanpa sawit akan mungkin mengalami krisis diplomasi karena Indonesia memiliki peran besar dalam pasar kelapa sawit global. Hilangnya industri ini dapat mempengaruhi dinamika diplomasi dan hubungan internasional, terutama terkait isu perdagangan.
Dalam konteks ketahanan nasional, sawit berperan sebagai sumber energi terbarukan melalui produksi biodiesel dan bioenergi dan mendukung diversifikasi energi nasional. Lebih lanjut, peluang investasi dalam riset dan pengembangan teknologi terkait biodiesel dan bioenergi dari kelapa sawit yang dapat meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap ketahanan energi nasional akan terbuka. Pengembangan material ramah lingkungan dengan dukungan riset dan inovasi akan terakselerasi yang secara positif dapat memperkuat posisi industri kelapa sawit di pasar global dan mendukung ketahanan teknologi nasional. Selain peningkatan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya dapat meningkatkan cadangan devisa negara, diversifikasi produk olahan kelapa sawit dapat menjadi strategi untuk mendukung ketahanan pangan dengan menyediakan bahan pangan yang berkelanjutan dan terjangkau. Ekonomi lokal akan lebih diberdayakan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan kapasitas petani kecil dan pemberdayaan lokal yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi di tingkat regional.
Buku ini juga menekankan hal penting berikut ini :
- Sawit bukan tanpa tantangan. Tantangan deforestasi, emisi karbon, dan konflik sosial harus dihadapi dengan solusi nyata dan terukur.
- Potensi sawit tak terhingga. Jika dikelola dengan baik, sawit dapat menjadi kunci ketahanan nasional, penopang ekonomi, dan solusi krisis global.
- Kerjasama adalah kunci. Pemerintah, pengusaha, petani, akademisi, dan masyarakat luas harus bersatu padu dalam mengelola sawit secara berkelanjutan.
- Masa depan sawit ada di tangan kita. Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kelestarian industri sawit.
Buku ini terdiri dari delapan bab yang berfokus pada keadaan dunia tanpa sawit, bagaimana sawit sebagai wujud anugerah tuhan, kontribusi sawit pada rakyat dan kelestarian lingkungan, sawit dan perannya dalam ekonomi nasional dan proses pemulihan dari masa pandemic COVID19. Buku ini juga menjelaskan lika liku diplomasi sawit serta bagaimana sawit berperan dalam Ketahanan Nasional, dan Visi Indonesia Emas.
Pembahasan dalam buku ini mencakup :
I.JIKA DUNIA TANPA SAWIT
II.JALAN SAWIT, TANGAN TUHAN
III.SAWIT UNTUK RAKYAT
IV.SAWIT UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN
V.EKONOMI SAWIT, EKONOMI KITA
VI.JURUS JITU SAWIT MELAWAN PANDEMI GLOBAL
VII.JUNGKIR BALIK DIPLOMASI SAWIT
VIII.KETAHANAN NASIONAL, DAN VISI INDONESIA ENAS
Spesifikasi Buku
9ISBN : 9-786026-662156
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 253
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Pertanian
Sub Kategori : Perkebunan
Dimensi buku : 23 cm x 15 cm
Berat : –
Penerbit : Lemhannas press
Penulis :
Reni Mayerni
Telisa Aulia Falianty
Berlian Helmy
Editor :
Hardy Hermawan
Muhammad Nalar Al Khair
Caturida Meiwanto Doktoralina
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku Sawit : Merajut Indonesia dari Tanah Papua: Tata Kelola Pendidikan dan Kesehatan di Papua
Tata kelola pemerintah daerah Papua dipandang bermasalah dari segi transparansi dan akuntabilitas; efisiensi, efektivitas, serta penegakan hukum. Hal tersebut disebabkan oleh lemahnya para petinggi pemerintahan dan birokrasi daerah dalam mengelola anggaran negara, serta kurangnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan. Seperti yang telah dianalisis dalam buku Papua Road Map (LIPI, 2009) menjelaskan bahwa adanya perbedaan pemahaman antara kondisi riil dan kebutuhan dasar masyarakat Papua dengan program yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga menghambat proses memajukan pelayanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan di Papua. Oleh karena itu, perbaikan tata kelola pemerintahan daerah menjadi salah satu prioritas program untuk mempercepat pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan pemberdayaan ekonomi lokal, infrastruktur (serta digitalisasi) di seluruh Papua. Pembangunan tersebut dapat optimal apabila para pimpinan daerah, sebagai pondasi utama, dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan bersih sesuai dengan sasaran pembangunan di setiap sektor. Konflik di Papua yang tidak statis, dipengaruhi oleh adanya kepentingan aktor yang semakin banyak dengan multi kepentingan (politik dan ekonomi). Dengan konflik dan pembangunan Papua yang saling mempengaruhi, maka problematika tata kelola pemerintahan di Papua juga berkaitan dengan bagaimana proses perbaikan tata kelola global dalam mengatasi berbagai konflik yang terjadi di Papua.
Konflik yang terus berkepanjangan di Papua ini sangat mengganggu sektor pendidikan karena menimbulkan ketakutan dan ketidakamanan pada masyarakat, baik siswa maupun guru. Hal ini pun menyulitkan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas di Papua. Menurut Afriansyah (2023), sebagian besar daerah yang angka OAP-nya tinggi cenderung memiliki tingkat melek huruf yang rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya persoalan struktural dan tantangan sosial kultural. Dalam dua puluh terakhir, sebagian besar wilayah Papua masih sulit terjangkau karena belum terhubung oleh infrastruktur jalan, jembatan, dan transportasi lain yang maksimal untuk mendukung mobilitas manusia secara berkala, mudah, dan terjangkau harganya. Selain itu, adanya masalah terkait ketersediaan tenaga pengajar dengan kapasitas pengetahuan dan pengajaran yang diperlukan di setiap daerah. Ditambah dengan metode pengajaran yang tidak sesuai dengan pemahaman masyarakat lokal sulit dijadikan dasar membuat generalisasi bahwa SDM Papua memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.
Sektor kesehatan di Papua juga memiliki akar permasalahan dan kendala yang mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat Papua. Lekatnya adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Papua yang membuat mereka enggan ke Puskesmas menjadi salah satu alasan kurang berkembangnya akses terhadap layanan kesehatan di Papua yang ditambah dengan masyarakat tersebar dengan bermukim di dataran tinggi, dataran rendah atau lembah yang minim akses ke fasilitas kesehatan. Oleh karena itu pula, fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas yang ada di daerah juga kurang memadai karena adanya hambatan logistik karena letaknya yang berada jauh dari kota besar.Pemerintah daerah pun tidak memberikan edukasi terkait pola hidup sehat, serta adanya faktor keterbatasan ekonomi yang menyebabkan tidak sedikit masyarakat Papua yang menderita malnutrisi, dan berbagai penyakit lainnya yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat Papua.
Selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pengembangan dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia menjadi prioritas karena dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur, maka perekonomian lokal dan taraf hidup masyarakat juga akan meningkat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil. Beberapa proyek infrastruktur di Papua telah dibangun dan dapat digunakan, seperti Trans-Papua pada 2018, elektrifikasi pada 2019, dan pembangunan tol laut (Mongabay.co.id, 2017). Sehingga Presiden mengatakan bahwa perekonomian Papua akan tumbuh menjadi lebih pesat dan distribusi logistik untuk barang serta mobilitas masyarakat pun meningkat.
Dalam menangani isu Papua dengan pendekatan kesejahteraan melalui analisis tata kelola pemerintahan yang baik dan berfokus pada empat sektor prioritas Otonomi Khusus di Tanah Papua, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur fisik serta digital. Buku “Merajut Indonesia dari Tanah Papua: Tata Kelola Pendidikan dan Kesehatan di Papua” ini memberikan rekomendasi untuk Pemerintah Republik Indonesia dengan bersumber pada puluhan focused group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kedeputian Pengkajian Strategis Lemhannas. Buku ini berperan untuk menyatukan cara pandang para pemerhati isu Papua untuk secara bersama mencari solusi bagi perdamaian dan pembangunan Tanah Papua yang bersifat permanen agar terwujudnya program pembangunan yang terpadu.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 139 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Referensi Sosial
Sub Kategori : Kebijakan Publik
Dimensi buku : 21 cm x 14,8 cm
Berat : –
Penerbit : Lemhannas press
Penulis :
Herry Heryawan
Reni Mayerni
Adriana Elisabeth
Ian Montratama
Kristin Samah
Margaretha Hanita
Desain Sampul dan Tata Letak :
Brilliando Lintan
Risma Putri
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku : Mitigasi Konflik Papua untuk Ketahanan Nasional
Melalui kajian sistematis, penulis menyoroti berbagai peristiwa kunci dari masa Orde Baru hingga era reformasi, serta mengevaluasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah, termasuk pelaksanaan Otonomi Khusus, pemekaran wilayah, hingga pendekatan pembangunan berbasis infrastruktur. Buku ini juga mengupas peran aktor lokal, nasional, hingga internasional dalam eskalasi dan upaya penyelesaian konflik, serta menyajikan tujuh arsitektur kolaboratif sebagai rekomendasi mitigasi jangka panjang.
Diperuntukkan bagi akademisi, praktisi kebijakan, serta masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan Papua dan ketahanan nasional Indonesia, buku ini memberikan wawasan komprehensif tentang pentingnya strategi pencegahan konflik yang berbasis partisipasi, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat Papua.
*Pembahasan dalam buku ini mencakup:*
– Bagian I: Paradoks Papua: Antara Harapan dan Realita
– Bagian II: Pendekatan Multidimensi Memutus Siklus Kekerasan di Papua
– Bagian III: Skala Prioritas Penyelesaian Konflik Papua
– Bagian IV: Tujuh Opsi Arsitektur Kolaboratif untuk Mitigasi Penyelesaian Konflik di Papua
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 147 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ketahanan Nasional, Keamanan, Sosial Politik
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Margaretha Hanita
Reni Mayerni
Rezya Agnesica Helena Sihaloho
Peninjau Buku: Cahyo Pamungkas
Desain Sampul: Sudarwanto Budi Raharjo
Tata Letak: Wiratmo Probo
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Antisipasi Ketidakpastian, Penguatan Ketahanan Nasional: Pengukuran Risiko Krisis dan Proyeksi 2025
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 235 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ketahanan Nasional, Keamanan, Sosial Politik
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Ni Made Vira Saraswati
Ridwan Amin
Syubhan Martawiguna
Sarah Megawati
Reni Mayerni
Tb. Ace Hasan Syadzily
Reda Wicaksono
Eldo Herbadella Tobing
Harry Johan Yanwar
Arya Pambudi
Sriyanto
Muhammad Haq Faruqi
Penanggung Jawab
Gubernur Lemhannas RI
Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Sc.
Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI
Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P.
Supervisor
Direktur Pengkajian Bidang Ideologi dan Politik
Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso, S.E., M.M.
Penyunting
Nety Nurda, S.T., M.T., Ph.D.
Desainer Grafis
Dian Nurdiansyah
Muslim
Zakaria
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
LEMHANNAS RI PENJAGA VISI BANGSA:
STRATEGI KEPEMIMPINAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Pidato Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di New York, 23 September 2025, menjadi sebuah tonggak bersejarah bagi bangsa kita. Di hadapan para pemimpin dunia, beliau dengan tegas menyuarakan panggilan moral: bahwa Indonesia, dengan sejarah panjang perjuangannya, dengan semangat solidaritas dan keadilan, tidak hanya hadir sebagai bangsa merdeka, tetapi juga sebagai pilar kemanusiaan global. Presiden mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan penindasan telah menempanya menjadi bangsa yang berkomitmen pada perdamaian, kemanusiaan, dan solidaritas lintas batas.
Kehadiran buku ini adalah simbol komitmen Lemhannas RI dalam mengawal visi bangsa. Ia juga merupakan pengingat bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 adalah perjalanan panjang yang memerlukan tekad, pengorbanan, dan keberanian moral.
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si., Gubernur Lemhannas RI
Lemhannas RI, melalui karya buku ini, memperlihatkan bagaimana strategi kepemimpinan harus menjadi jembatan antara agenda pembangunan dan agenda kebangsaan. Tanpa kepemimpinan visioner, pembangunan mudah terjebak pada rutinitas teknokratis. Sebaliknya, tanpa pembangunan yang kuat, kepemimpinan kebangsaan akan kehilangan pijakan. Oleh karena itu, kita memerlukan sinergi antara Lemhannas RI dan Bappenas sebagai mitra strategis: yang satu memperkuat dimensi kepemimpinan dan ketahanan, yang lain memastikan visi tersebut terwujud dalam rencana, program, dan kebijakan pembangunan.
Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas
Kehadiran buku ini menjadi pengingat bahwa visi besar Indonesia tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan jati diri bangsa. Ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau ekonomi, tetapi juga oleh kualitas aparatur, kekuatan institusi, dan budaya birokrasi yang berlandaskan Pancasila. Lemhannas RI sebagai penjaga visi bangsa memberikan fondasi strategis, sementara Kementerian PANRB memastikan bahwa fondasi itu diterjemahkan ke dalam tata kelola pemerintahan yang efektif dan berdampak langsung bagi rakyat.
Saya berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur negara, pemimpin publik, dan masyarakat luas. Bacalah setiap halaman dengan kesadaran bahwa kita semua adalah bagian dari perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Perjalanan ini tidak mudah. Ia akan dipenuhi dengan tantangan, krisis, bahkan pengorbanan. Namun, dengan kepemimpinan visioner, birokrasi yang berintegritas, serta persatuan seluruh anak bangsa, kita akan mampu melewati semuanya.
Rini Widyantini, S.H., M.P.M., Menteri PAN-RB
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 530 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ketahanan Nasional, Keamanan, Sosial Politik
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A
Komjen Pol. Drs. RZ Panca Putra S., M.Si
Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA, IPU, Asean Eng
Andrea Hynan Poeloengan, S.H., M.Hum., MTCP
Brigjen Pol. Ratno Kuncoro, S.Ik., M.Si
Editor
Kurniawan Ariadi, SIP., M.Com
Abdul Hakim, S.Sos., M.Si.
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
LEMHANNAS RI PENJAGA VISI BANGSA:
Mengalir Bersama Takdir Jalan Sunyi Menuju Ilahi
Hidup adalah perjalanan menuju pulang. Di setiap langkahnya, manusia dihadapkan pada
kebahagiaan dan kehilangan, keberhasilan dan ujian, yang semuanya mengalir dalam arus
takdir Ilahi. Buku Mengalir Bersama Takdir: Jalan Sunyi Menuju Ilahi adalah refleksi spiritual
yang mendalam tentang bagaimana manusia belajar menerima, memahami, dan berdamai
dengan takdir sebagai wujud kasih sayang Ilahi.
Ditulis dengan bahasa yang lembut, jernih, dan penuh kedalaman makna, buku ini mengajak
pembaca untuk menapaki jalan kontemplatif menuju kesadaran diri dan kedekatan dengan
Sang Pencipta. Setiap babnya membuka ruang renungan: tentang hidup sebagai amanah,
tentang takdir yang tak selalu dapat dimengerti logika, tentang ikhlas, syukur, doa, kesendirian,
hingga kerinduan kepada Ilahi. Semua disajikan dalam narasi yang mengalir seperti
dzikir—bukan menggurui, melainkan menemani jiwa yang tengah mencari arah pulang.
Buku ini lahir dari perjalanan batin dua penulis yang meniti jalan sunyi menuju Ilahi, bukan
sebagai pengajaran dogmatis, tetapi sebagai percakapan hati. Ia menyingkap bahwa dalam
setiap kehilangan ada hikmah, dalam setiap air mata ada cinta, dan dalam setiap
takdir—seberat apa pun—ada bahasa rahmat yang hanya bisa dibaca oleh hati yang tenang.
Melalui 15 bab yang disusun seperti anak tangga ruhani, pembaca diajak menyusuri
maqam-maqam batin: dari kesadaran akan hidup sebagai amanah hingga mencapai
ketenangan dalam kepasrahan total kepada Allah. Di penghujungnya, buku ini mengantarkan
kita pada kesadaran tertinggi—bahwa pulang bukanlah akhir perjalanan, melainkan kembalinya
jiwa kepada rumah sejatinya: kedekatan dengan Ilahi.
Mengalir Bersama Takdir bukan hanya buku spiritual, tetapi teman perjalanan jiwa—lentera
kecil bagi siapa pun yang tengah menapaki jalan sunyi kehidupan. Ia mengajarkan bahwa takdir
bukan untuk ditentang, melainkan untuk dijalani dengan cinta, kelembutan, dan kesadaran
penuh.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 434 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Religi
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. H. TB.Ace Hasan Syadzily. Msi.
Kolonel Sus H. Abdulah, M.Ag
Editor
DR. H. Dadang Solihin, SE., MA
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
OPTIMALISASI PROYEK STRATEGIS NASIONAL UNTUK KETAHANAN NASIONAL
Optimalisasi Proyek Strategis Nasional untuk Ketahanan Nasional: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Buku “Optimalisasi Proyek Strategis Nasional untuk Ketahanan Nasional: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045” lahir dari semangat kebangsaan yang menyala di tengah tantangan global yang semakin kompleks, dan dari kesadaran mendalam bahwa pembangunan nasional bukan sekadar urusan teknokratis melainkan bagian dari perjuangan bangsa untuk menegakkan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran rakyat.
Buku ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Bappenas sebagai perencana pembangunan nasional dan Lemhannas RI sebagai penjaga nilai kebangsaan mampu melahirkan gagasan besar bagi masa depan Indonesia. Sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045, buku ini menegaskan bahwa pembangunan nasional harus berlandaskan pada empat konsensus dasar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional. Dalam bingkai itulah PSN ditempatkan sebagai proyek kebangsaan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat persatuan, kedaulatan, dan martabat bangsa.
Lemhannas RI berkomitmen untuk terus menjadi pusat keunggulan strategis dalam mengawal kebijakan pembangunan nasional berbasis ketahanan. Melalui pendidikan kader pimpinan nasional, pengkajian kebijakan publik, dan diplomasi akademik, Lemhannas memastikan bahwa setiap pemimpin masa depan bangsa memiliki ketajaman analisis, kejernihan moral, dan keberanian untuk menegakkan kepentingan nasional di atas segalanya. PSN, dalam pandangan Lemhannas, bukan hanya proyek pemerintah tetapi proyek kebangsaan yang menuntut konsensus politik, moralitas publik, dan kepemimpinan yang berjiwa negarawan.
Kepada para penulis dan editor, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Buku ini adalah contoh nyata bahwa kolaborasi antara lembaga perencanaan dan lembaga ketahanan dapat melahirkan gagasan strategis yang bernilai tinggi bagi masa depan bangsa.
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Buku ini menegaskan bahwa PSN bukan hanya proyek ekonomi melainkan bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Dalam konsep Astagatra—Trigatra dan Pancagatra—yang menjadi landasan konseptual Lemhannas, pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa penguatan ideologi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pembangunan infrastruktur tanpa pembangunan karakter hanya akan melahirkan kemajuan semu. Sebaliknya, pembangunan yang memadukan kemajuan material dan spiritual akan menciptakan bangsa yang tangguh, mandiri, dan bermartabat.
Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penulis, editor, dan Lemhannas Press atas penerbitan karya yang berharga ini. Semoga buku “Optimalisasi Proyek Strategis Nasional untuk Ketahanan Nasional: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi rujukan penting bagi para pengambil kebijakan, akademisi, dan seluruh komponen bangsa dalam merancang pembangunan nasional yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Rachmat Pambudy
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 420 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ekonomi Nasional
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Kurniawan Ariadi, S.I.P., M.Com.
Dr. Dadang Solihin, SE., M.A.
Editor
Dimas Hartanto, S.T., M.F.
Dimas Kurnia Aditiawan, S.E., M.Si.
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
DIPLOMASI KETAHANAN NASIONAL
Dalam dunia yang semakin multipolar, diplomasi tidak lagi sekadar urusan politik luar negeri — ia telah menjadi instrumen utama Ketahanan Nasional. Buku Diplomasi Ketahanan Nasional menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana Indonesia dapat memadukan kekuatan moral, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan untuk menjaga kedaulatan sekaligus berkontribusi pada perdamaian dunia. Disusun oleh Laksamana Muda TNI Trismawan Djonisajoko, Brigjen Pol. Ratno Kuncoro, dan Dr. Dadang Solihin, serta disunting oleh Galura Wirayudanto, buku ini merupakan karya strategis Lemhannas RI yang menjembatani teori dan praktik diplomasi. Melalui analisis mendalam terhadap lingkungan global pasca-konflik Israel–Palestina, pergeseran kekuatan dunia menuju tatanan multipolar, serta tantangan baru seperti perang informasi, krisis energi, dan perubahan iklim, buku ini menegaskan pentingnya diplomasi berbasis Astagatra — delapan gatra Ketahanan Nasional — sebagai fondasi bagi bangsa yang resilien dan berdaulat. Lebih dari sekadar wacana akademik, buku ini menawarkan roadmap diplomasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menguraikan strategi membangun diplomasi yang berdaya saing melalui inovasi digital, diplomasi ekonomi hijau, diplomasi maritim, hingga peran Indonesia sebagai bridge nation di tengah rivalitas kekuatan besar. Disertai pembahasan best practice dari berbagai negara — mulai dari Norwegia, Jepang, Korea Selatan, hingga Turki — buku ini memberikan pembelajaran berharga tentang bagaimana diplomasi dapat menjadi kekuatan transformasional dalam membangun kemandirian bangsa. Melalui pendekatan komprehensif, buku ini menegaskan bahwa diplomasi Indonesia harus berakar pada nilai Pancasila dan UUD 1945, berpijak pada kepentingan nasional, namun tetap berpihak pada kemanusiaan universal. Ia memadukan idealisme dan realisme, moralitas dan strategi, sehingga diplomasi bukan hanya alat kekuasaan, tetapi jalan peradaban untuk menjaga martabat bangsa dan mewujudkan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban. Buku ini wajib dibaca oleh para diplomat, perwira strategis, akademisi, dan pembuat kebijakan
yang ingin memahami arah baru politik luar negeri Indonesia. Dengan semangat Lemhannas RI, Diplomasi Ketahanan Nasional adalah panggilan bagi seluruh anak bangsa untuk menyadari bahwa kekuatan sejati Indonesia tidak hanya terletak pada senjata atau sumber daya, tetapi pada kebijaksanaan diplomasi yang berpijak pada Ketahanan Nasional — demi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 486 Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Geopolitik Global
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Laksda TNI Trismawan Djonisajoko, S.E., M.M., M.Tr.Opsla
Brigjen Pol. Ratno Kuncoro, S.Ik., M.Si
Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A..
Editor
Galura Wirayudanto, S.H., LL.M., CHRP, CRMO
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Arsitektur Kepemimpinan Nasional Masa Depan: Strategi, Eksekusi, dan Ketangguhan Pemimpin untuk Ketahanan Nasional
Di tengah perubahan global yang semakin cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian—ditandai oleh rivalitas geopolitik, disrupsi teknologi, krisis multidimensi, serta fragmentasi sosial—kepemimpinan nasional menjadi faktor penentu arah perjalanan bangsa. Indonesia, dengan posisi geopolitik strategis dan keragaman sosial-budaya yang luas, membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya administratif atau teknokratis, tetapi visioner, tangguh, dan berakar pada nilai kebangsaan. Buku ini hadir sebagai refleksi strategis sekaligus kontribusi intelektual untuk menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana merancang arsitektur kepemimpinan nasional yang mampu menjaga ketahanan negara di masa depan.
Arsitektur Kepemimpinan Nasional Masa Depan memposisikan kepemimpinan bukan sebagai fenomena individual, melainkan sebagai sistem strategis yang dibangun dari interaksi antara pemimpin, institusi, nilai ideologis, serta lingkungan global. Kepemimpinan dipahami sebagai mekanisme penggerak yang menyatukan visi jangka panjang, kapasitas eksekusi kebijakan, dan ketangguhan moral demi memastikan keberlanjutan negara. Dalam kerangka tersebut, ketahanan nasional dipandang sebagai tujuan strategis yang menuntut integrasi antara aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini menelusuri dimensi-dimensi penting kepemimpinan nasional masa depan: kepemimpinan visioner yang mampu membaca dinamika global, transformasi kelembagaan negara, efektivitas eksekusi pembangunan, diplomasi strategis dan manajemen konflik, penetapan prioritas nasional berbasis geostrategi, serta pengelolaan krisis sebagai peluang penguatan negara. Di dalamnya juga dibahas keberlanjutan kepemimpinan lintas generasi, pengembangan sumber daya manusia strategis, pola pikir pemimpin abad ke-21, hingga proyeksi kepemimpinan menuju visi Indonesia Emas 2045. Keseluruhan tema ini membentuk kerangka utuh mengenai bagaimana pemimpin nasional dirancang, dibina, dan diuji dalam realitas perubahan global.
Keunggulan buku ini terletak pada integrasi perspektif teoritis dan praksis. Ia menggabungkan pemikiran strategis ketahanan nasional, pengalaman kelembagaan negara, serta referensi literatur kepemimpinan global untuk menghasilkan pendekatan yang kontekstual bagi Indonesia. Kepemimpinan masa depan tidak dipahami sebagai adopsi model asing, melainkan sebagai sintesis antara wawasan global dan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, buku ini menawarkan pendekatan kepemimpinan yang adaptif tanpa kehilangan jati diri nasional.
Lebih jauh, buku ini menegaskan bahwa tantangan abad ke-21 menuntut pemimpin dengan kemampuan berpikir sistemik, literasi geopolitik, integritas moral, serta kapasitas pengambilan keputusan berbasis analisis strategis dan intelijen. Kepemimpinan yang tangguh diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan global dan kedaulatan nasional, antara inovasi dan stabilitas, serta antara kepentingan jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks ini, kepemimpinan nasional bukan hanya soal kekuasaan, tetapi amanah sejarah untuk mengarahkan bangsa menuju masa depan yang berdaulat, adil, dan bermartabat.
Ditujukan bagi pemimpin dan calon pemimpin, akademisi, praktisi kebijakan publik, serta pembaca yang peduli pada masa depan bangsa, buku ini merupakan undangan reflektif untuk memikirkan kembali arah kepemimpinan Indonesia. Ia mengajak pembaca memahami bahwa masa depan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan sumber daya, tetapi oleh kualitas arsitektur kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi nasional secara terintegrasi. Pada akhirnya, buku ini menegaskan satu pesan penting: kepemimpinan nasional adalah amanah sejarah — dan hanya melalui kepemimpinan visioner, efektif, serta berkarakter negarawan, Indonesia dapat menapaki masa depan dengan ketangguhan, martabat, dan kepercayaan diri sebagai bangsa besar.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2026
Jumlah Halaman : –
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Kepemimpinan Nasional
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A
Kombes Pol Aman Guntoro, S.I.K., M.H.
Editor
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia menuju Net Zero Emission 2060
Di tengah percepatan krisis iklim global, perubahan geopolitik energi, dan transformasi ekonomi dunia menuju rendah karbon, Indonesia menghadapi sebuah titik sejarah yang menentukan arah masa depannya. Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 hadir sebagai refleksi strategis sekaligus peta jalan intelektual untuk memahami bagaimana bangsa ini dapat merespons tantangan zaman melalui perubahan paradigma pembangunan. Buku ini memandang ekonomi hijau bukan sebagai agenda lingkungan semata, melainkan sebagai strategi kebangsaan yang menyatukan kepentingan kedaulatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan dalam satu kerangka pembangunan jangka panjang.
Dengan pendekatan lintas disiplin dan perspektif ketahanan nasional, buku ini menelusuri keterkaitan erat antara perubahan iklim, dinamika geopolitik global, serta posisi strategis Indonesia dalam percaturan internasional. Pembahasan dimulai dari analisis perubahan iklim sebagai ancaman non-militer yang berdampak pada stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara, hingga eksplorasi potensi sumber daya alam Indonesia sebagai modal ekologis untuk membangun ekonomi hijau yang berdaulat. Buku ini menegaskan bahwa transformasi menuju Net Zero Emission 2060 bukan sekadar komitmen internasional, melainkan momentum untuk melakukan restrukturisasi ekonomi nasional menuju nilai tambah, daya saing global, dan keadilan sosial.
Melalui kajian mendalam, pembaca diajak memahami berbagai dimensi strategis transformasi—mulai dari transisi energi, hilirisasi industri rendah karbon, kebijakan fiskal hijau, hingga pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap ekonomi masa depan. Buku ini juga menyoroti pentingnya integrasi kebijakan lintas sektor, penguatan kelembagaan nasional, serta peran diplomasi iklim dalam menjaga posisi tawar Indonesia di tengah arsitektur ekonomi global yang terus berubah. Dalam perspektif ini, ekonomi hijau dipandang sebagai instrumen geopolitik sekaligus sarana memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian pembangunan.
Tidak berhenti pada aspek struktural, buku ini memberi perhatian besar pada dimensi sosial transformasi. Transisi hijau dipahami sebagai proses yang harus adil, inklusif, dan tidak meninggalkan kelompok rentan. Pembahasan mengenai just transition, perubahan pola konsumsi, pendidikan literasi iklim, dan penciptaan lapangan kerja hijau menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi tidak hanya diukur dari indikator makro, tetapi juga dari kemampuannya memperkuat kohesi sosial dan kesejahteraan masyarakat. Perspektif ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berakar pada nilai-nilai Pancasila serta mandat konstitusi untuk mengelola sumber daya alam bagi kemakmuran rakyat.
Sebagai penutup, buku ini merumuskan peta jalan transformasi ekonomi hijau Indonesia menuju 2060, menempatkan ekonomi hijau sebagai fondasi Indonesia Emas 2045 sekaligus warisan peradaban bagi generasi mendatang. Ia mengajak pembaca melihat transisi ini bukan sekadar respons terhadap tekanan global, melainkan kesempatan strategis untuk meneguhkan identitas bangsa sebagai aktor aktif dalam menentukan arah masa depan dunia. Ditujukan bagi pembuat kebijakan, akademisi, praktisi, dan masyarakat luas, buku ini menjadi rujukan reflektif sekaligus inspiratif dalam merancang pembangunan yang tangguh, berdaulat, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, karya ini menegaskan satu pesan utama: transformasi ekonomi hijau bukan hanya tentang menurunkan emisi, tetapi tentang membangun masa depan bangsa—masa depan yang adil, berdaya tahan, dan bermartabat—sebagai bagian dari kontribusi Indonesia bagi keberlanjutan peradaban global.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : 2026
Jumlah Halaman : –
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ekonomi Hijau
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Prof. Dr. Ratna Wardhani, SE, Ak, MSi
Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A.
Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. E. Winarto Hadiwasito, S.H., M.Si
Editor
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Peran Lemhannas RI dalam Mencapai 17 Tujuan Pembangunan Nasional 2045
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : Februari, 2026
Jumlah Halaman : – Halaman
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Pembangunan Nasional
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. Dadang Solihin, SE, MA
Komjen Pol. Drs. RZ
Panca Putra S., M.Si
Brigjen Pol. Dr. Riki Yanuarfi, S.Sos. S.H. M.Si.
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Sinopsis Buku
Sinopsis Buku :
Navigasi Geopolitik Global:
Ketahanan Nasional Indonesia dan Lemhannas RI sebagai School of Geopolitics
Dunia abad ke-21 bukan lagi ruang yang stabil dan linear. Ia bergerak dalam pusaran fragmentasi kekuatan, rivalitas ideologi, perang teknologi, krisis multilateralisme, serta spektrum risiko global yang semakin kompleks dan saling berkelindan. Dalam lanskap geopolitik yang penuh ketidakpastian inilah Indonesia dituntut untuk tidak sekadar bertahan, tetapi tampil sebagai bangsa yang mampu membaca arah sejarah, merumuskan kepentingan nasional secara jernih, dan meneguhkan kedaulatannya di tengah kontestasi global. Navigasi Geopolitik Global hadir sebagai manifesto intelektual yang menempatkan geopolitik bukan sebagai kajian akademik semata, melainkan sebagai kesadaran strategis yang menentukan masa depan bangsa.
Buku ini memetakan secara tajam transisi tatanan dunia dari unipolar menuju multipolar, kembalinya politik kekuatan, pertarungan ideologi global, hingga fragmentasi ekonomi dan disrupsi teknologi yang membentuk struktur baru hubungan internasional. Geopolitik dipahami sebagai realitas multidimensional yang menembus seluruh sendi kehidupan berbangsa—dari ideologi, politik, dan ekonomi, hingga sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Dalam perspektif ini, ketahanan nasional bukan sekadar konsep pertahanan, tetapi kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan bangsa untuk bertahan, beradaptasi, dan menang dalam setiap perubahan zaman.
Indonesia, dengan posisi geostrategis di persilangan dua samudra dan dua benua, diposisikan bukan sebagai objek perebutan kekuatan global, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi menjadi kekuatan penyeimbang dan aktor strategis dunia. Namun potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kepemimpinan nasional yang visioner, kemandirian ekonomi, kohesi sosial yang kuat, penguasaan teknologi, serta konsistensi pada nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi ideologis dan geopolitik bangsa. Buku ini menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya konsensus nasional, tetapi jangkar strategis agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam turbulensi global.
Melalui analisis yang sistematis dan integratif, pembaca diajak memahami bagaimana konflik kawasan, krisis ekonomi global, perubahan iklim, disrupsi digital, ketimpangan sosial, hingga perang narasi global memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional. Dalam dunia yang semakin ditentukan oleh kekuatan multidimensi—militer, ekonomi, teknologi, dan pengaruh ideologis—kekuatan internal bangsa menjadi benteng utama kedaulatan. Karena itu, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pembangunan, kualitas sumber daya manusia, serta legitimasi politik dan kepercayaan publik ditempatkan sebagai faktor strategis dalam geopolitik modern.
Puncak refleksi buku ini terletak pada penegasan peran Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia sebagai School of Geopolitics—kawah candradimuka yang membentuk kesadaran strategis dan kepemimpinan nasional berkarakter Pancasila. Lemhannas RI diposisikan sebagai pusat pembentukan strategic culture bangsa, tempat di mana pemimpin ditempa untuk mampu membaca arah perubahan global, merumuskan kepentingan nasional secara berdaulat, dan mengarahkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Di sinilah geopolitik tidak hanya dipelajari, tetapi dihidupi sebagai instrumen perjuangan bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
Ditujukan bagi para pemimpin dan calon pemimpin, pembuat kebijakan, akademisi, aparat negara, serta seluruh elemen bangsa, buku ini adalah ajakan untuk membangun kesadaran geopolitik sebagai bentuk tertinggi dari kesadaran kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa sejarah tidak pernah berpihak kepada bangsa yang berjalan tanpa visi dan strategi. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kekuatan eksternal, tetapi oleh ketangguhan internal, kualitas kepemimpinan, dan kemampuan membaca perubahan dunia secara jernih.
Pada akhirnya, karya ini menegaskan satu pesan besar: dengan Pancasila sebagai bintang penuntun, ketahanan nasional sebagai fondasi kekuatan, dan Lemhannas RI sebagai pusat kesadaran strategis bangsa, Indonesia memiliki semua prasyarat untuk tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah dunia—melainkan menjadi bangsa yang menentukan arah sejarahnya sendiri.
Spesifikasi Buku
ISBN : –
Kode Buku : –
Tahun Terbit : Februari, 2026
Jumlah Halaman : –
Imprint : Press Lemhannas
Kategori : Ketahanan dan Geopolitik Nasional
Sub Kategori : –
Dimensi buku : –
Berat : –
Penulis :
Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M. Si.
Dr. Dadang Solihin, S.E, M.A
Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H.
Editor
Penerbit: Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Memuat Koleksi Lemhannas RI...
🚀 Dasbor Manajemen Koleksi
📂 Database Buku Terdaftar
| Judul Buku | Tahun | Aksi |
|---|
